Selasa, 11 November 2014

Tugas Akhir_Fabyolla Moll_705140020_A

Skizofrenia

Latar Belakang
     Skizofrenia merupakan penyakit jiwa kronis di mana penderita terganggu proses pikirannya sehingga timbul halusinasi, delusi, pikiran tidak jelas,dan tingkah laku atau bicara tidak wajar. ini akibat gangguan keseimbangan neuro kimia di otak. dari total populasi berisiko di indonesia sebanyak 1.093.150 orang, hanya 3,5 persen (38.260 orang) yang terlayani di fasilitas kesehatan.
     Pengaruh penyakit skizofrenia sangat banyak dampak negatif dan positif  yang dapat mengubah mental seseorang.Kesulitan dalam bekerja dan daya ingat jangka panjang, perhatian, peran eksekutif, dan kecepatan untuk mengolah juga sangat umum terjadi.
     Pada masa akhir remaja dan awal masa dewasa merupakan periode puncak untuk timbulnya skizofrenia, yang merupakan tahun kritis perkembangan sosial dan vokasional pada seorang dewasa muda. Pada 40% laki-laki dan 23% perempuan didiagnosis dengan skizofrenia, di mana manifestasi kondisi ini muncul sebelum usia 19 tahun.

Pengertian Skizofrenia
     Menurut kamus lengkap psikologi schizoprenia didefinisikan sebagai satu nama umum sekelompok reaksi psikotis, dicirikan dengan pemunduran emosional dan afektif dan tergantung pada tipe dan adanya halusinasi, delusi, tingkah laku negativitas, dan kemunduran atau perusakan yang progresif. 
     Pengertian skizofrenia menurut para ahli, skizofrenia adalah gangguan mental yang sangat berat. gangguan ini di tandai dengan gejala-gejala positif seperti pembicaran yang kacau, delusi, halusinasi, gangguan kognitif dan persepsi; gejala-gejala negatif seperti avolition (menurunnya minat dan dorongan), berkurangnya keinginan bicara dan miskinnya isi pembicaraan, kehidupan afek yang datar; serta terganggunya relasi personal (Arif,2006).

    

Penyebab Skizofrenia
     Skizofrenia adalah sejenis penyakit yang disebabkan oleh faktor-faktor yang sampai hari ini belum diketahui dengan pasti. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita umumnya mengalami ketidakseimbangan pada cairan kimia otak, khususnya ketidakseimbangan pada dua jenis cairan kimia otak, yakni dopamine dan serotonin. 
     Dopamine adalah cairan kimia yang bertanggung jawab terhadap emosi motivasi, sedangkan serotonin bertindak sebagai pembawa berita dan stimulator mengalami peningkatan pada aktivitas serotonin dan dopamine ini (Simanjuntak, 2008).

Gejala-Gejala Skizofrenia
     Sampai saat ini telah ditemukan beberapa tipe penyakit ini. Di antaranya yaitu : (a) tipe katatonik, (b) tipe paranoid.
     Tipe katatonik : skizofrenia katatonik adalah satu bentuk skizofrenia dengan gangguan parah pada proses-proses motorik.
     Tipe Paranoid : terdapat waham yang menonjol, biasanya waham kejar atau waham kebesaran (misalnya merasa diri sebagai penyelamat bangsa atau nabi) (Simanjuntak, 2008).


Pengobatan
     Ada tiga pola utama terapi yang biasa dipakai: drugs therapy, psychotherapy, dan family and community support programme. ada riga jenis kelompok cara pengobatan yang diberikan: our patient therapy (menyediakan dukungan dalam menyesuaikan diri pada kehidupan normal dan mencegah agar tidak kumat). perawatan pada saat weekend, dan rawat inap. tujuan pengobatan adalah mengembalikan penderita skizofrenia pada komunitas sesegera mungkin (Semiun,  2006).


Gejala positif skizofrenia
     Gejala-gejala positif yang diperlihatkan pada penderita skizofrenia adalah sebagai berikut: (a) Halusinasi, (b) kekacauan alam pikir, (c) Gaduh, gelisah, tidak dapat diam, mondar-mandir, agresif, bicara dengan semangat dan gembira berlebihan, (d) merasa dirinya orang hebat, (e) pikirannya penuh dengan kecurigaan atau seakan-akan ada ancaman terhadap dirinya, (e) menyimpan permusuhan (Hawari, 2001).

Gejala negatif skizofrenia
     Gejala-gejala negatif yang diperlihatkan oada penderita skizofrenia adalah sebagai berikut: (a) alam perasaan (affect) tumpul dan mendatar, (b) menarik diri atau mengasingkan diri, (c) sukar diajak bicara dan pendiam, (d) pasif dan apatis, (e) sulit dalam berpikir abstrak, (f) pola pikir stereotip (Hawari,2001).

Simpulan
     Skizofrenia merupakan penyakit gangguan jiwa yang banyak terjadi pada dewasa dan banyak faktor yang menjadi penyebab terjadi skizofrenia seperti, mengalami ketidakseimbangan pada cairan kimia otak, ada gejala positif dan negatif yang terdapat dalam penyakit skizofrenia. Banyak pengobatan yang dapat dilakukan dalam upaya pengobatan skizofrenia serta dukungan keluarga terdekat juga sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan skizofrenia.


















DAFTAR PUSAKA

Simanjuntak, J. (2008). Konseling gangguan jiwa dan okultisme membedakan gangguan jiwa dan kerasukan setan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Arif, I. S. (2006). Skizofrenia memahami dinamika keluarga pasien. Bandung: Refika Aditama.
Semiun,Y. (2006). Gangguan-gangguan mental yang sangat berat, simtomatologi, proses diagnosis, dan proses terapi gangguan-gangguan mental. Yogyakarta : Kanisius
Hawari, D. (2001).Skizofrenia. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Chapin, J.P. (2005). Kamus lengkap psikologi. Jakarta : Rajawali Pres. Dariyo,B (2008).



Rabu, 05 November 2014

Pentingnya Keluarga dalam Perkembangan Anak

Pentingnya Keluarga dalam Perkembangan Anak

Pengertian Keluarga
     Pengertian keluarga menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Keluarga merupakan bentuk perkumpulan dari dua atau lebih manusia yang memiliki hubungan darah yang tinggal dalam satu rumah (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2000).
     Pengertian keluarga menurut para ahli, Keluarga adalah sebagaimana sebuah kesatuan yang kompleks dengan atribut yang dimiliki tetapi terdiri dari beberapa komponen yang masing-masing mempunyai sebagaimana individu. [“Pengertian keluarga menurut para ahli”, 2014]
    Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa keluarga adalh sebuah kesatuan yang memiliki hubungan darah yang tinggal dalam satu rumah.

Pengaruh Orangtua dalam Perkembangan Anak
     Orang tua adalah faktor utama yang berperan penting dalam perkembangan anak yang diejawantahkan dalam bentuk pola pengasuhan orang tua. Menurut Steinberg, pengasuhan orang tua memiliki dua komponen, yaitu gaya pengasuhan (parenting style) dan praktek pengasuhan (parenting practices). Gaya pengasuhan didefinisikan sebagai sekumpulan sikap yang dikomunikasikan kepada anak dimana perilaku orang tua diekspresikan sehingga menciptakan suasana emosional. (Rohmah,2013)

Fungsi Keluarga
     Fungsi biologis. Terdapat beberapa fungsi biologis, yaitu (a) untuk meneruskan keturunan, (b) memelihara dan membesarkan anak, (c) memberikan makanan bagi keluarga, (d) memenuhi kebutuhan gizi, (e) merawat dan melindungi (f) kesehatan para anggotanya, dan  (g) memberi kesempatan untuk berekreasi.
     Fungsi psikologis. Terdapat beberapa fungsi psikologis, yaitu (a) identitas keluarga serta rasa aman dan kasih sayang, (b) pendewasaan kepribadian bagi para anggotanya, (c) perlindungan secara psikologis, dan (d) mengadakan hubungan keluarga dengan keluarga lain atau masyarakat.
     Fungsi sosial budaya atau sosiologi. Terdapat fungsi sosial budaya atau sosiologi, yaitu  (a) meneruskan nilai-nilai budaya, (b) sosialisasi, dan (c) pembentukan norma-norma, tingkah laku pada tiap tahap perkembangan anak serta kehidupan keluarga.
     Fungsi sosial. Terdapat beberapa fungsi dari sosial, yaitu (a) mencari sumber-sumber untuk memenuhi fungsi lainnya, (b) pembagian sumber-sumber tersebut untuk pengeluaran atau tabungan, dan (c) pengaturan ekonomi atau keuangan.
     Fungsi pendidikan. Terdapat beberapa fungsi pendidikan, yaitu (a) penanaman keterampilan, tingkah laku dan pengetahuan dalam hubungan dengan fungsi-fungsi lain, (b) persiapan untuk kehidupan dewasa, dan (c) memenuhi peranan sehingga anggota keluarga yang dewasa. [“fungsi keluarga”, 2012]
Peran Orangtua dalam Perkembangan Anak
     Orang tua sebagai lingkungan pertama dan utama dimana anak berinteraksi sebagai lembaga pendidikan yang tertua, artinya disinilah dimulai suatu proses pendidikan. Sehingga orang tua berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karena sebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga. Menurut Hasbullah (1997), dalam tulisannya tentang dasar-dasar ilmu pendidikan, bahwa keluarga sebagai lembaga pendidikan memiliki beberapa fungsi yaitu fungsi dalam perkembangan kepribadian anak dan mendidik anak dirumah; fungsi keluarga/orang tua dalam mendukung pendidikan di sekolah. [“Peran orangtuan dalam perkembangan anak”,2014]






Daftar Pusaka

Definisi fungsi dan bentuk keluarga, (2014). Diunduh dari http://www.kajianpustaka.com/2012/11/definisi-fungsi-dan-bentuk-keluarga.html
Pengertian keluarga menurut para ahli, (2014). Diunduh dari http://dilihatya.com/891/pengertian-keluarga-menurut-para-ahli 

Rohmah, (2013). Pengaruh orang tua dalam perkembangan anak. Diunduh dari http://www.dakwatuna.com/2013/05/25/33792/pengaruh-orang-tua-dalam-perkembangan-anak/#axzz3IBuqYEp9