Skizofrenia
Latar Belakang
Skizofrenia merupakan penyakit jiwa kronis di mana penderita terganggu proses pikirannya sehingga timbul halusinasi, delusi, pikiran tidak jelas,dan tingkah laku atau bicara tidak wajar. ini akibat gangguan keseimbangan neuro kimia di otak. dari total populasi berisiko di indonesia sebanyak 1.093.150 orang, hanya 3,5 persen (38.260 orang) yang terlayani di fasilitas kesehatan.
Pengaruh penyakit skizofrenia sangat banyak dampak negatif dan positif yang dapat mengubah mental seseorang.Kesulitan dalam bekerja dan daya ingat jangka panjang, perhatian, peran eksekutif, dan kecepatan untuk mengolah juga sangat umum terjadi.
Pada masa akhir remaja dan awal masa dewasa merupakan periode puncak untuk timbulnya skizofrenia, yang merupakan tahun kritis perkembangan sosial dan vokasional pada seorang dewasa muda. Pada 40% laki-laki dan 23% perempuan didiagnosis dengan skizofrenia, di mana manifestasi kondisi ini muncul sebelum usia 19 tahun.
Pengertian Skizofrenia
Menurut kamus lengkap psikologi schizoprenia didefinisikan sebagai satu nama umum sekelompok reaksi psikotis, dicirikan dengan pemunduran emosional dan afektif dan tergantung pada tipe dan adanya halusinasi, delusi, tingkah laku negativitas, dan kemunduran atau perusakan yang progresif.
Pengertian skizofrenia menurut para ahli, skizofrenia adalah gangguan mental yang sangat berat. gangguan ini di tandai dengan gejala-gejala positif seperti pembicaran yang kacau, delusi, halusinasi, gangguan kognitif dan persepsi; gejala-gejala negatif seperti avolition (menurunnya minat dan dorongan), berkurangnya keinginan bicara dan miskinnya isi pembicaraan, kehidupan afek yang datar; serta terganggunya relasi personal (Arif,2006).
Penyebab Skizofrenia
Skizofrenia adalah sejenis penyakit yang disebabkan oleh faktor-faktor yang sampai hari ini belum diketahui dengan pasti. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita umumnya mengalami ketidakseimbangan pada cairan kimia otak, khususnya ketidakseimbangan pada dua jenis cairan kimia otak, yakni dopamine dan serotonin.
Dopamine adalah cairan kimia yang bertanggung jawab terhadap emosi motivasi, sedangkan serotonin bertindak sebagai pembawa berita dan stimulator mengalami peningkatan pada aktivitas serotonin dan dopamine ini (Simanjuntak, 2008).
Gejala-Gejala Skizofrenia
Sampai saat ini telah ditemukan beberapa tipe penyakit ini. Di antaranya yaitu : (a) tipe katatonik, (b) tipe paranoid.
Tipe katatonik : skizofrenia katatonik adalah satu bentuk skizofrenia dengan gangguan parah pada proses-proses motorik.
Tipe Paranoid : terdapat waham yang menonjol, biasanya waham kejar atau waham kebesaran (misalnya merasa diri sebagai penyelamat bangsa atau nabi) (Simanjuntak, 2008).
Pengobatan
Ada tiga pola utama terapi yang biasa dipakai: drugs therapy, psychotherapy, dan family and community support programme. ada riga jenis kelompok cara pengobatan yang diberikan: our patient therapy (menyediakan dukungan dalam menyesuaikan diri pada kehidupan normal dan mencegah agar tidak kumat). perawatan pada saat weekend, dan rawat inap. tujuan pengobatan adalah mengembalikan penderita skizofrenia pada komunitas sesegera mungkin (Semiun, 2006).
Gejala positif skizofrenia
Gejala-gejala positif yang diperlihatkan pada penderita skizofrenia adalah sebagai berikut: (a) Halusinasi, (b) kekacauan alam pikir, (c) Gaduh, gelisah, tidak dapat diam, mondar-mandir, agresif, bicara dengan semangat dan gembira berlebihan, (d) merasa dirinya orang hebat, (e) pikirannya penuh dengan kecurigaan atau seakan-akan ada ancaman terhadap dirinya, (e) menyimpan permusuhan (Hawari, 2001).
Gejala negatif skizofrenia
Gejala-gejala negatif yang diperlihatkan oada penderita skizofrenia adalah sebagai berikut: (a) alam perasaan (affect) tumpul dan mendatar, (b) menarik diri atau mengasingkan diri, (c) sukar diajak bicara dan pendiam, (d) pasif dan apatis, (e) sulit dalam berpikir abstrak, (f) pola pikir stereotip (Hawari,2001).
Simpulan
Skizofrenia merupakan penyakit gangguan jiwa yang banyak terjadi pada dewasa dan banyak faktor yang menjadi penyebab terjadi skizofrenia seperti, mengalami ketidakseimbangan pada cairan kimia otak, ada gejala positif dan negatif yang terdapat dalam penyakit skizofrenia. Banyak pengobatan yang dapat dilakukan dalam upaya pengobatan skizofrenia serta dukungan keluarga terdekat juga sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan skizofrenia.
DAFTAR PUSAKA
Simanjuntak, J. (2008). Konseling gangguan jiwa dan okultisme membedakan gangguan jiwa dan kerasukan setan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Arif, I. S. (2006). Skizofrenia memahami dinamika keluarga pasien. Bandung: Refika Aditama.
Semiun,Y. (2006). Gangguan-gangguan mental yang sangat berat, simtomatologi, proses diagnosis, dan proses terapi gangguan-gangguan mental. Yogyakarta : Kanisius
Hawari, D. (2001).Skizofrenia. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Chapin, J.P. (2005). Kamus lengkap psikologi. Jakarta : Rajawali Pres. Dariyo,B (2008).





