Jumat, 26 September 2014

Filsafat Manusia

Filsafat Manusia

Apa itu filsafat?

  • Filsafat : philein (mencintai); sophia (kebijaksanaan)
  • Filsafat sebagai perenungan dicirikan oleh:
  • Mengkaji segala hal secara kritis
  • Menggunakan metode dialektis
  • Berusaha mencapai realitas terdalam (arkhe)
  • Bertujuan menangkap tujuan ideal realitas
  • Mengetahui bagaimana harus hidup sebagai manus
  • Jadi…
  • Filsafat sebagai hasil perenungan
  • Filsafat sebagai kritik
  • Filsafat sebagai ilmu yang berusaha mencari kebenaran secara metodik, sistematis, rasional, runtut, radikal dan bertanggungjawab
Apa itu filsafat manusia?

  • Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia/menyoroti hakikat atau esensi manusia
  • Memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia (origin of human life), hakikat hidup manusia (the nature of human life), dan realitas eksistensi manusia
  • Hasrat untuk tahu siapa dan apakah manusia. 
  • Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.
Apa perlunya belajar filsafat ?

  • Manusia adalah makhluk yang mampu dan wajib (sampai tingkat tertentu) menyelidiki arti yang dalam dari “yang ada”
  • Manusia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
  • Boleh saja tidak harus tahu segala hal, tapi sekurang-kurangnya harus mengenal dan mengerti diri sendiri secara mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini.
Metode filsafat manusia?


  • Sebagai bagian dari filsafat, cara kerja filsafat manusia juga sama dengan filsafat pada umumnya


  • Yaitu: refleksi, analisa transendental dan sintesa

Juga: ekstensif, intensif dan kritis

Objek filsafat manusia

  • Objek material: manusia
  • Objek formal: esensi manusia, strukturnya yang fundamental
  • Struktur fundamental bukan fisik melainkan struktur metafisik yakni intisari, struktur dasar, bentuk terpenting manusia, dinamisme primordial manusia yang diketahui melalui daya pikir, bukan penginderaan.
yang dibahas pada filsafat manusia?


  • Mencari kekhasan manusia
  • Manusia sebagai “ada-di-dunia”
  • Evolusi
  • Antarsubyektivitas (sosialitas manusia)
  • Manusia sebagai eksistensi bertubuh
  • Transendensi
  • Manusia sebagai roh
  • Pengetahuan manusia
  • Kebebasan
  • Kesejarahan/historisitas
  • kebudayaan, sains dan teknologi
  • Dimensi antropologis dari pekerjaan
  • Manusia sebagai pribadi/persona
  • Kematian dan harapan
sumber : mata kuliah filsafat

Kebebasan

jumat,26 september 2014

Kebebasan
Jiwa dan badan

  • Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya
  • Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas
  • Karena jiwalah manusia menjadi mahluk bebas
  • Kebebasan itu mendasar bagi manusia dan merupakan penting humanisme
Pandangan determinisme

  • determinisme: aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. Setiap peristiwa, termasuk tindakan dan keputusan manusia disebabkan oleh peristiwa-peristiwa lainnya.
  • Seluruh kegiatan manusia di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik


Determinisme fisik-biologis
Determinisme psikologis
Determinisme sosial
Determinisme teologis
Apa arti kebebasan?
  • Pengertian umum/Kebebasan negatif/tidak ada hambatan (tidak ada paksaan, tidak ada hambatan, tidak ada halangan, tidak ada aturan). Tapi ini bukan kebebasan eksistensial
  • Pengertian khusus/kebebasan eksistensial
  • Penyempurnaan diri (ingat filsafat proses Whitehead?)
  • Kesanggupan memilih dan memutuskan
  • Kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan (kebebasan/hak-hak dasar seperti ditegaskan Franz Magnis-Suseno)
Sejarah perkembangan masalah kebebasan

  • Masalah yang sudah sangat lama dan memiliki sejarah panjang
  • Filsafat Yunani tidak memberikan jawaban yang memuaskan atas masalah kebebasan karena…
  • Adanya pandangan bahwa semua hal berada di bawah “nasib”, “kehendak mutlak” yang mengatasi manusia dan para dewasa, yang secara sadar atau tidak sadar menentukan tindakan. Jadi, tak ada pertanggungjawaban manusia atas tindakannya
  • Menurut pemikiran Yunani, manusia adalah bagian alam maka harus mengikuti hukum umum yang mengaturnya
sumber : mata kuliah filsafat

 


Manusia dan Afektivitasnya

jumat,26 september 2014
Kekayaan dan Kompelsitas afektivitas manusia

  • yang membedakan manusia dengan tumbuhan : afektivitasnya
  • afektivitaslah yang membuat manusia berada didunia,berpartisipasilah dengan orang lain. afektivitaslah yang mendorong orang untuk mencintai,mengabdi,dan menjadi kreatif.
  • afektivitas termasuk kegiatan yang kompleks
  • sikap mana yang diambil afektivitas berhadapan dengan objek? terhadap objek yang dianggap berguna subjek mencintainya. ini disebut cinta utilitaris/bermanfaat.
Apa yang bukan perbuatan afektif

  • cinta membuktikan diri dalam perbuatan-perbuatan 
  • kerap afektivitas itu disamakan dengan kesanggupan merasa : padahl kehidupan afektif. 
apa yang merupakan perbuatan afektif?\

  • hidup afektif atau afektivitas = seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subjek sehingga subyek ditarik oleh subjek/sebaliknya
  • perbuatan afektif sedikit mirip dengan perbuatan mengenal 
kondisi afektivitas manusia

  • agar ada afektivitas perlu suatu ikatan kesamaan antara subjek dan obyek perbuatan afektifnya'apakah kesengan harus dicurigai? saya hidup dbawah cara afketif kesenangan,bila saya sungguh bersatu.  

sumber : mata kuliah filsafat



ETIKA DAN MORAL

senin,22 september 2014

ETIKA DAN MORAL

Etika berasal dari bahsa yunani yaitu ETHOS yang memiliki arti kebiasaan. istilah moral dan etika sering diperlakukan sebagai dua istilah yang sinonim. ada beberapa yang harus di perhatikan dalam konsep dan pengertian moral dan etika yaitu moral biasanya dikaitkan dengan system nilai tenang bagaimana kita harus hidup secara baik sebagai manusia. 

Pengertian etika 
sistem nilai terkandung dalam ajaran berbentuk petuah-petuah nasihat, wejangan, peraturan, perintah dan semacamnya yang di wariskan secara turun temurun melalui agama dan kebudayaan tertentu tentang bagaimana manusia harus hidup secara baik agar dia benar-benar menjadi manusia yang baik. 
berbeda dengan moralitas, etika perlu  dipahami sebagai sebuah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. 
nilai adalah sesuatu yang berguna bagi seseorang atau kelompok orang dan karena itu orang atau kelompok itu selalu berusaha untuk mencapainya karena pencapaiannya sangat memberi makna bagi diri serta seluruh hidupnya. norma adalah aturan atau kaidah dan perilaku dan tindakan manusia. 

Pengertian etika 
Etika sangat menekankan pendekatan yang kritis dalam melihat dan menggumuli nilai dan norma tersebut serta permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kaitan dengan nilai dan norma. 
etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujudnya dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok. 
pengertian etika adalah perwujudan secara kritis dan rasional ajaran moral yang siap pakai itu.  
etika adalah sikap kritis setiap bribadi dan kelompok masyarakat dalam merealisasikan moralitas itu. karena etika adalah refleksi kritis terhadap moralitas maka etika tidak bermaksut untuk membuat orang bertindak sesuai dengan moralitas begitu saja. 

Etika memang pada akhirnya menghimbau orang untuk bertindak sesuai dengan moralitas, tetapi bukan karena tindakan itu diperintahkan oleh nenek moyang, orang tua ataupun guru. Etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk bertindak secara otonom dan bukan heteronom. 

Dua macam etika yang berhubungan dengan nilai dan norma 
etika deskriptis berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola perilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. etika deskriptif erbicara mengenai fakta apa adanya, yaitu mengenai nilai dan pola perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas konkrit yang berbudaya. 


sumber : mata kuliah filsafat

Kamis, 25 September 2014

GROUP FANTASTIC FOUR★

"FANTASTIC FOUR"

*cardinsa.blogspot.com (cardinsa ornella 705140060)
*claudyaornella.blogspot.com (claudya ornella 705140080)
*khenlysamuel.blogspot.com(khenly samuel 705140027)
*cresentiaaudrey.blogspot.com(cresentia audrey 705140040)
*psychologydiaryy.blogspot.com(novia halim 705140073)
*fabyollam.blogspot.com(fabyolla moll 705140020)
*rosallyelv.blogspot.com(rosally elvira 705140005)

Filsafat Manusia : jiwa dan badan

Kamis,25 september 2014

Filsafat manusia:  jiwa dan badan
•Badan dan jiwa: satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia
•Pembahasan:
1).dua aliran yang melihat badan dan jiwa secara tolak belakang
2).Tanggapan terhadap kedua aliran
3).Pengertian dan hakekat badan dan jiwa

Monisme
•pengertian:  aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah.
Badan dan Jiwa adalah satu subtansi.
•Tiga bentuk aliran ini:  materialisasi,teori identitas,dan idealisme

dualisme
•Pengertian:  badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah
Empat cabang: interaksionisme,okkasionalisme,paraleisme,dan epifonomenalisme
1).interaksionalisme:  fokus pada hubungan timbal balik antara badan dan jiwa
2).Okkasionalisme: memasukkan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa
3).paraleisme:sistem kejadian ragawi terdapat dialam
4).Epifenomenalisme: melihat hubungan jiwa dan badan dari fungsi syaraf

Badan manusia
•Badan:  elemen mendasar dalam membentuk pribadi manusia
Jiwa manusia
•Badan manusia tidak memiliki apa-apa tanpa jiwa.

sumber : mata kuliah filsafat

Senin, 22 September 2014

senin,22 september 2014

Kesesatan pemikiran (fallacia)

Definisi

  • Fallacia adalah kesalahan pemikiran dalam logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat 
  • Kesalahan fakta adalah presiden AS barack obama lahir di indonesia. Ahmad dengan bintang gemini, maka hidupnya penuh dengan persoalan 
  • Klasifikasi : kesehatan formal dan kesehatan informal
  • Kesehatan formal : pelanggaran terhadap kaidah logika.
  • Kesehatan informal : menyangkut kesehatan dalam bahasa. misalnya kesehatan diksi.  contoh sebagai berikut :
  • Penempatan kata depan yang keliru : antara hewan dan manusia memiliki perbedaan.
  • Mengacau posisi subjek atau predikat : karena tidak mengerjakan PR, guru menghukum anak itu.
  • Ungkapan yang keliru : pencuri kawakan itu berhasil di ringkus polisi minggu yang lalu.
  • Amfiboli : sesat karena struktur kalimat bercabang. misalnya anto anak bu lasma yang hilang ingatan lari dari rumah.
  • Kesehatan aksen atau prosodi : sesat karena penekahan yang salah dalam pembicaraan, misalnya : ada aturan ' anda tidak boleh ganggu anak tetangga' Nah pak budi bukan tetengga anda. maka anda boleh mengganggu anaknya
  • Kesesatan aksiden : yang aksidental dikacaukan dengan hal yang hakiki. misalnya : sawo matang adalah warna. orang indonesia itu sawo matang.
Kesehatan presumsi
  • Generalisasi tergesa-gesa : orang padang pandai memasak.
  • Non sequitur : (bentuk tentu) : memang saya tidak lulus karena beberapa hari yang lalu berdebat dengan dosen tersebut
  • Analogi palsu : membuat isteri bahagia seperti membuat hewan peliharaan bahagia dengan membelai kepala dan memberi banyak makan
  • Deduksi cacat : barang siapa sering memberi sumbangan, maka dia pasti orang baik anda pasti orang baik.
  • Pikiran simplistis : karena ia tidak beragama, maka ia pasti menghindari persoalan 
  • Argumentum ad hominem : jangan percaya omongannya karena ia bekas narapidana.
  • Argumentum ad populum : anda lihat banyak ketidakadilan dan korupsi, maka partai NASDEM adalah partai masa depan kita.
  • Argumentum ad misericordia : seorang terdakwa meminta keringan hukuman karena mengaku punya banyak tanggunngan 
  • Argumentum ad baculum : karena beda pendapat, suka meneror orang lain 
  • Argumentum ad acutoritaem : mengutip pendapat freud mengenal psikoanalisa.
  • Argumentum untuk keuntungan seseorang 
  • Non causa procausa
Kesesatan retoris
  • Eufenisme atau disfenisme 
  • Penjelasan retorik
  • Streotipe
  • Innuendo
  • Loading questions
  • Waseler
  • Downlay
  • Lelucon atau sindiran 
  • Hiperbola
  • Pengandalan bukti
  • Dilema semu

SILOGISME

Silogisme

  • Silogisme adalah simpulan yang dimana dari dua putusan (premis-premis) disimpulkan suatu putusan yang baru
  • prinsip: bila premis benar,maka simpulannya benar
  • dua macam silogisme : silogisme kategoris dan silogisme hipotesis.
  • arti : silogisme yang premis dan simpulannya adalah kategoris (pernyataan tanpa syarat)
  • contoh:M-P perbuatan jahat itu haram
  • S-M:menghina itu adalah perbuatan jahat
  • S-P:maka,menghina itu haram
Silogisme kategoris

  • silogisme katagoris tunggal : mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term sip, M
  • bentuk-bentuk silogisme kategoris tunggal  
  1. M adalah S dalam premis mayor dan P dalam premis minor. Aturan: premis minor harus sebagai penegasan
  2. M jadi P dalam premis mayor dan minor.
Misalnya 
          P-M lingkaran adalah bentuk bundar (mayor)
          S-M segitiga bukan karena bentuk bundar (minor)
          S-P segitiga bukan lingkaran (simpulan)
   
     3. M menjadi S dalam premis mayor dan minor
         Aturan: premis minor harus berupa penegasan dan simpulannya bersifat partikular
       Misalnya:
   
      M-P mahasiswa itu orang dengan tugas belajar (mayor)
      M-S ada mahasiswa orang bodoh (minor)
      S-P jadi, sebagai orang bodoh itu orang dengan tugas belajar (simpulan)

        Misalnya:
      M-P semua mahasiswa butuh pendidikkan
      M-S ada manusia yang berekonomi rendah
      S-P jadi, sebagian mahasiswa butuh pendidikkan berekonomi rendah
 
      4. M adalah P dalam premis mayor dan S dalam premis minor. Aturan: premis minor harus berupa        
          penegasan, sedangkan simpulan bersifat partikular.Misalnya:
P-M inflienza itu penyakit (mayor)
M-S semua penyakit mengganggu kesehatan (minor)
S-P jadi, sebagian yang mengganggu kesehatan itu influenza (kesimpulan)

Silogisme Kategoris majemuk

  • Arti: bentuk silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap, lebih dari 3 premis jenis-jenisnya 
  • Epicherena: silogisme yang salah satu / keduanya premis disertai alasan
Semua arloji bermutu adalah arloji mahal, karena sukar perbuatannya.
Arloji mido adalah arloji baik, karena selalu tepet dan awet.
Jadi, arloji adalah arloji mahal

  • Enthytema: silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara ekplisit.
          Misalnya : jiwa manusia adalah rohani, jadi tidak akan mati (versi singkat)
          Versi lengkap : yang rohani itu tidak akan dapat mati.
          Jiwa manusia adalah rohani
          maka, jiwa manusia tidak akan mati


  • Sorites : silogisme yang premisnya lebih dari dua. 

 Misalnya : 
          Orang yang mengendalikan keinginannya, menginginkan seribu satu barang
Orang yang menginginkan seribu satu barang, banyak sekali kebutuhannya, orang yang banyak sekali kebutuhan, tidak tentram hatinya.


Minggu, 21 September 2014

KONFIRMASI,INFERENSI,DAN KONSTRUKSI TEORI

jumat,19 september 2014
KONFIRMASI

  • Etimologi : confirmation(inggris) =penegasan,memperkuat
  • berhubungan dengan filsafat ilmu,maka fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan,menegaskan,memperkuat apa yang didapat dari kenyataan/fakta  
  • ada 2 aspek konfirmasi:kuantitatif dan kualitatif
Konfirmasi kuantitatif

  •  untuk memastikan kebenaran,ilmu pengetahuan mengemukakan konfirmasi aspek kuantitatif
  • misalnya membuat penelitian dengan mengumpulkan sebanyak mungkin sampel,yang akhirnya membuat kesimpulan suatu kumpulan yang bersifat umum(generalisasi).
Konfirmasi kualitatif

  • ada kalanya ilmu pengetahuan membutuhkan konfirmasi kualitatif untuk menunjukan kebenaran.
  • misalnya:dalam penelitian yang menunjukan model wawancara mendalam.     
3 jenis konfirmasi

  • decision theory
  • estimation theory
  • reliability theory 




 Inferensi

  • kata inferensi artinya penyimpulan.
  • penyimpulan diartikan sebagai proses membuat kesimpulan     
Konstruksi teori

  • defenisi teori=model/kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alam atau sosial tertentu
  • teori dirumuskan,dikembangkan,dievaluasi menurut metode ilmiah 

 3 model konstruksi teori

  • model korespondensi
  • model koherensi
  • model paradigmatis 

 Thanks for reading . :) God bless you all ^_^

SUBYEKTIVISME DAN OBYEKTIVISME

jumat,19 september 2014
SUBYEKTIVISME

  • Pengetahuan dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh individu 
  • Dari pangkal pandangan individu,pengetahuan dipahami sebagai perangkat keyakinan khusus yang dianut oleh para individu
  • Pendukung pandangan ini adalah:
  • *Aristoteles,plato,rene descartes 
  • *Kaum realisme epistemologis
  • *kaum idealisme epistemologis
Ciri-ciri pendekatan subyektivisme

  • Menggagas pengetahuan
  • Pengalaman subyektif 
  • Prinsip subyektif tentang alasan khusus 

DESCARTES:

  • cogito ergo sum cogitans:saya berpikir maka saya adalah pengada yang berpikir.
  • realisme epistemologis:berpendapat bahwakesadaran menghubungkansayadengan "apa yang lain"dari diri saya.
  • idealisme epistemologis:berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahui berakhir didalam suatu ide yang merupakan suatu peristiwa subyektif murni.

Obyektivisme

  • suatu pandangan yang menekankan manusia bahwa butir-butir pengetahuan manusia - dari soal yang sederhana sampai teori yang kompleks - mempunyai sifat dan ciri yang melampaui (diluar) keyakinan dan kesadaran individu(pengamat).
  • pengetahuan diperlakukan sebagai sesuatu yang berada diluar ketimbang didalam pemikiran manusia.
  • pendukung pandangan ini adalah:
  • *popper,latatos,dan marx
  • obyektivisme merupakan pandangan bahwa obyek yang kita persepsikan melalui kesadaran manusia.
  • obyektivisme diartikan sebagai pandangan yang menggagap bahwa segala sesuatu yang dipahami adalah tidak bergantung pada orang yang memahami.
Ada 3 pandangan dasar obyektivisme:

  • kebenaran itu independen terlepas dari pandang subjektif
  • kebenaran itu datang dari bukti faktual
  • kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman 



 
 

 
 

Kamis, 18 September 2014

Kebenaran

kamis,18 september 2014

Kebenaran
  • Dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengarkan ungkapan: “meskipun kebenaran itu mahal harganya saya akan tetap menegakkannya”. “Saya rela mati untuk membela kebenaran"
  • Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa kebenaran itu sangatlah penting dan berharga bagi kita.


Pengertian Kebenaran

  • Kebenaran sebagai sifat pengetahuan disebut kebenaran epistemologis.
  • Lawan dari kebenaran adalah salah.
  • Secara umum kebenaran biasanya dimengerti sebagai kesesuaian antara apa yang dipirkan dan atau dinyatakan dengan kenyataan yang sesungguhnya.
  • Suatu pengetahuan atau pernyataan di sebut benar jika sesuai dengan kenyataan.
  • Dengan demikian, kenyataan menjadi suatu ukuran penentu penilaian.
  • Menurut kaum Positivisme Logis bahwa kebenaran dibedakan menjadi dua, yaitu kebenaran faktual dan kebenaran nalar.
  • Kebenaran faktual adalah kebenaran tentang ada tidaknya secara faktual di dunia nyata sebagaimana dialami manusia (yang biasanya diukur dengan dapat atau tidaknya secara inderawi)
  • Misalnya bumi bulat sebagai pernyataan yang memiliki kebenaran faktual atau tidak, pada prinsipnya harus bisa diuji kebenarannya berdasarkan pengamatan inderawi.  
  • Kebenaran faktual sebagai kebenaran yang menambah khazanah pengetahuan kita tentang alam semesta sejauh dapat kita alami secara inderawi.
  • Kebenaran faktual kepastiannya tidak pernah mutlak dan tetap diterima sebagai benar sejauh belum ada alternatif pandangan lain yang menggugurkannya. 
  • Kebenaran nalar adalah kebenaran yang bersifat tautologis (pengulangan gagasan) dan tidak menambah pengetahuan baru mengenai dunia, tetapi dapat menjadi sarana yang berdaya guna untuk memperoleh pengatahuan yang benar tentang dunia ini.
  • Kebenaran nalar dapat membantu untuk memperoleh kebenaran faktual.
  • Kebenaran nalar sebagai kebenaran yang terdapat dalam logika dan matematika. Kebenarannya di dasarkan pada penyimpulan deduktif, 
  • Kebenaran nalar berbeda dengan kebenaran faktual yang bersifat nisbi (hanya terlihat ketika dibandingkan dengan yang lain, tidak mutlak dan relatif) dan mentak (mungkin, belum pasti), sedangkan kebenaran nalar bersifat mutlak dan tidak niscaya (tentu, pasti). 
  • Selain kedua jenis kebenaran yang diungkapkan oleh kaum Positivis Logis, mengikuti Thomas Aquinas, maka kebenaran dibedakan menjadi dua, yaitu kebenaran Ontologis (Veritas Ontologica) dan kebenaran Logis (Veritas Logica).
  • Kebenaran ontologis merupakan kebenaran yang terdapat dalam kenyataan, entah spritual atau material, yang meskipun ada kemungkinan untuk diketahui. 

Kedudukan Kebenaran
  • Kedudukan kebenaran pengetahuan dalam pandangan Platonis lebih diletakkan dalam obyek atau kenyataan yang diketahui. sedangkan Aristotelian dalam subyek yang mengetahui.
  • Kedudukan kebenaran dalam tradisi Aristotelian lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
  • Dalam kenyataan hidup sehari-hari pernyataan-pernyataan yang dianggap benar , walaupun memang menjadi tempat kedudukan kebenaran, namun hal itu hanya terjadi apabila kenyataan yang sesungguhnya tersingkap di dalamnya. 
  • Kaum Eksistensial menyatakan bahwa kebenaran (kebenaran eksistensial) merupakan apa yang secara pribadi berharga bagi subyek konkrit yang bersangkutan dan pantas untuk dipegang teguh dengan penuh kesetiaan.
  • Kalau kebenaran ilmiah bersifat eksternal terhadap subyek, maka kebenaran eksistensial bersifat internal terhadap subyek.
  • Dalam arti si subyek secara langsung terlibat dalam perkara yang dinilai atau dipertaruhkan. 
Kesahian dan kekeliruan

  • Kekeliruan perlu dibedakan dengan kesahihan.
  • Pada umunya kekeliruan berati menerima sebagai benar apa yang dinyatakan salah atau menyangkal apa yang senyatanya benar.
  • Kekeliruan adalah segala sesuatu yang menyangkut tindakan kognitif subyek penahu, sedangkan kesalahan adalah hasil dari tindakan tersebut.
  • Kekeliruan muncul akibat kegagalan dalam mengidentifikasi bukti yang tepat, menganggap bukti sudah mencukupi padahal belum atau sebaliknya menganggap bukti belum cukup padahal sudah. 
  • Kekeliruan dapat dikarenakan gegabah dalam menegaskan putusan tentang suatu perkara. 

Epistemologi

kamis,18 september 2014

Epistemologi

Epistemologi berasal dari bahasa yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan ilmu)
epistemologi / teori pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan , pengandaian-pengandaian ,dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh manusia.
Metode-metode memperoleh pengetahuan :

  • Empirisme  adalah suatu cara/metode filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan melalui pengetahuan.
  • Rasionalisme berpendirian bahwa sumber pengetahuan termasuk pada akal.
  • femonalisme membuat uraian tentang pengalaman barang sesuatu sebagaimana terdapat dalam dirinya sendiri.
Sifat epistemologi

  • Secara kritis
  • Secara normatif
  • Secara evaluatif 


Dasar dan sumber pengetahuan

  • Pengalaman manusia
  • Ingatan (memory) 
Teori kebenaran dalam ilmu pengetahuan

  • Teori kebenaran korespondensi
  • Teori kebenaran koherasi
  • Teori kebenaran pragmatik
  • Teori kebenaran konsesus
  • Teori kebenaran semantik
Kesimpulan :

  • Sifat epistemologi ; krisis,normatif dan evaluatif dapat melekat pada proses kegiatan kognitif ilmuan,tolak ukur kebenaran (sesuai teori kebenaran) yang dipertanggung jawabkan secara logis pada IP dan kegiatan ilmiah. 

 

 

 
 

Pengantar filsafat sesi II

Senin,15 september 2014


                Faktor Yang Mempengaruhi Lahirnya Filsafat:
- Keberadaan Mitologi : mencari keterangan asal-usul alam dan kejadian dunia.
- Kesusastraan Yunani : teka-teki, dongeng yang digunakan untuk buku pendidikan rakyat.
- Pengaruh ilmu dari Timur Kuno seperti Mesir dan Babilonia.

Peranan ‘Logos’ Dalam Kelahiran Filsafat:
-Mitologi Yunani berusaha menjawab persoalan alam.
-Sejak abad 6 SM orang mulai mencari jawaban rasional tentang alam
-Logos(akal budi, rasio) mengganti mitos.
-Kelahiran filsafat merupakan pergumulan panjang mitos dan logos.
- Filsafat lahir saat logos mengalahkan mitos
- Ilmu pengetahuan berangsur-angsur melepas diri dari filsafat, agar memperoleh otonomi.

Kaitan sifat bangsa yunani dengan kelahiran filsafat
*Segi geografis
*Segi sosial politik

  Sejarah Filsafat Yunani dan Kelahiran Filsafat:
-Pemikiran Yunani merupakan batu bangunan kultir modern.
-Temuan Yunani : Pemikiran Ilmiah.
-Filsafat Yunani kuno punya posisi istimewa
-Ilmu sejarah mengalami kesulitan terhadap Filsafat Yunani kuno, karena kurangnya sumber tertulis 
pemikiran filsuf.

Demikian pengantar filsafat sesi I dan II 
God bless you all :)










Pengantar filsafat sesi I

Senin, 15 september 2014

filsafat berasal dari bahasa Yunani  yaitu “philosophia”, majemuk dari “philos” (cinta/mencintaidan sophia" (kebijaksanaan). Jadi, arti filsafat : mencintai kebijaksanaan.

Definisi filsafat :
-       Pra-Sokratik, Filsafat : ilmu yang memahami asal mula alam dan realitas dengan mengandalkan akal budi.
-       Plato, Filsafat : ilmu yang berusaha meraih kebenaran.
-       Aristoteles, Filsafat : ilmu yang senantiasa mencari penyebab realitas yang ada.
-       Rene Descartes, Filsafat : himpunan pengetahuan yang pangkal penyelidikannya adalah Tuhan.
-       William James, Filsafat : upaya untuk berpikir jelas.

Empat hal yang melahirkan filsafat :
*Kekaguman/keheranan
*Ketidakpuasan
*hasrat bertanya
*keraguan(aporia)

Sifat dasar filsafat :
*berpikir radikal
*mencari asas
*memburu kebenaran
*mencari kejelasan
*berpikir rasional

Peranan Filsafat :
*Pendobrak : mendobrak pintu tradisi yang sakral.
*Pembebas : membebaskan dari cara berpikir mitis dan mistis.
*Pembimbing : membimbing untuk berpikir secara logis dan sistematis.

Kegunaan filsafat :
*bagi ilmu pengetahuan
*bagi kehidupan praktis













Percabangan filsafat sesi I dan II

Selasa,16 september 2014
PERCABANGAN FILSAFAT
Percabangan Filsafat
  *  Pembagian Filsafat :
* Pada tahap awal, filsafat mencakup seluruh ilmu ilmu pengetahuan, semakin rasional dan sistematis.
* Pengetahuan manusia semakin luas dan bertambah banyak dan khusus.
*Disiplin ilmu memisahkan diri dari filsafat.
Tokoh-Tokoh Yang Berjasa Membuat Pembagian Filsafat :
*   Aristoteles : Filsafat Spekulatif/Teoritis, Praktika, Produktif, Analitika dan Dialetika masuk dalam metode dasar bagi pengembangan filsafat.
*   Christian Wolff : Logika, Ontologi, Kosmologi, Psikologi, Teologi Naturalis, 
*   Will Durant (The Story Of Phylosophy, 1926) : Logika, Estetika, Etika, Politika, Metafisika.
*   Eerste Nederlandse Systematich Ingerichte Encyclopaedie–ENSIE : Metafisika, Logika, Epistemologi, Filsafat Ilmu, Filsafat Naturalis, Filsafat Kultural, Filsafat Sejarah, Estetika, Etika, Filsafat Manusia.
*  The World University Encyclopedia : Sejarah Filsafat, Metafisika, Epistemologi,Etika, Estetika.

*  Pembagian Cabang Filsafat Secara Umum
1.    Epistemologi : (Filsafat Ilmu Pengetahuan) kata, pikiran, percakapan tentang ilmu pengetahuan.
*  Berasal dari kata episteme (pengetahuan) dan logos (kata, pikiran, percakapan, ilmu)
*   Pokok persoalan yaitu sumber, asalm mula, sifat dasar, batas, jangkauan, dan validitas.
2.   Metafisika : Ontologi, Kosmologi, Teologi Metafisik, Antropologi.
3.   Logika : Ilmu Berpikir Kritis.
4.   Etika : Filsafat Tingkah Laku
-    Termasuk dalam Aksiologi.
-    Megkaji tentang prinsip yang mendasari penilaian perilaku manusia.
-    Digunakan untuk membedakan hal-hal, perbuatan-perbuatan, atau manusia-manusia lainnya, sebagai filsafat yang memuat norma dan istilah moral, sebagai aturan sopan santun dalam pergaulan.
5.   Estetika : Filsafat Keindahan.
6.   Aksiologi : Filsafat Nilai.

*     Fakta dan Nilai
*   Membedakan yang ada dengan nilai, fakta dan nilai.
*   Fakta : sesuatu yang ada nyata. Nilai : sesuatu yang mengikat.
*   Nilai berpera dalam suasana apresiasi, fakta ditemukan dalam konteks deskripsi.
 Fakta selalu mendahului nilai.

 ciri nilai:
1)    Nilai berkaitan sengan subjek.
2)   Nilai tampil dalam konteks praktis.
3)   Nilai menyangkut sifat yang dimiliki objek.

 jenis nilai:
1)    Nilai Ekonomis : bidang hokum ekonomi
2)   Nilai Estetis : saat menikmati lukisan/lagu yang indah.

*   Nilai Moral
*    Setiap nilai memiliki bobot moral.

  Nilai dibagi menjadi 4:
1)    Nilai yang menyangkut kesenangan dan ketidaksenangan dalam objek.
2)   Nilai vitalitas-perasaan halus, kasar, luhur, dll.
3)   Nilai Rohani seperti nilai estetis, benar salah,.
4)   Nilai Religius seperti yang kudus dan tidak kudus menyangkut objek absolut.
Ciri-Ciri Moral:
1)  Berkaitan dengan tanggub jawab sebagai manusia.
2) Berkaitan dengan hati nurani.
3) Mewajibkan
4) Bersifat Formal

   Jenis Pengetahuan
-    memiliki subjek, yakni mengetahui, dan objek yaitu sesuatu yang kita ketahui.
-    Bertautan erat dengan kebenaran
 jenis pengetahuan :
1)    Pengetahuan Biasa : pra-ilmiah, karena hasil penerapan indrawi dan hasil pemikiran rasional masih harus diuji lebih lanjut kebenarannya.
2)   Pengetahuan Ilmiah : diperoleh lewat metode ilmiah dan dapat dijamin kebenarannya.
3)   Pengetahuan Filsafat : pemikiran rasional yang didasarkan pada pemahaman dan pemikiran logis, sistematis, dan analitis.
  Sumber-Sumber Pengetahuan
-    Plato, Descartes, Spinoza, Leibniz : akal budi atau rasio.
-    Bacon, Hobbes, Locke : pengalaman indrawi, seluruh ide kondep manusia berasal dari pengalaman, yang bersifat aposteriori.
-    John Locke : ide manusia berasal dari sensasi, refleksi terhadap ide sensarif itu.
-    Immanuel Kant : ide dan konsep apriori, biasa diaplikasikan dalam pengalaman.