Silogisme
- Silogisme adalah simpulan yang dimana dari dua putusan (premis-premis) disimpulkan suatu putusan yang baru
- prinsip: bila premis benar,maka simpulannya benar
- dua macam silogisme : silogisme kategoris dan silogisme hipotesis.
- arti : silogisme yang premis dan simpulannya adalah kategoris (pernyataan tanpa syarat)
- contoh:M-P perbuatan jahat itu haram
- S-M:menghina itu adalah perbuatan jahat
- S-P:maka,menghina itu haram
Silogisme kategoris
- silogisme katagoris tunggal : mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term sip, M
- bentuk-bentuk silogisme kategoris tunggal
- M adalah S dalam premis mayor dan P dalam premis minor. Aturan: premis minor harus sebagai penegasan
- M jadi P dalam premis mayor dan minor.
MisalnyaP-M lingkaran adalah bentuk bundar (mayor)
S-M segitiga bukan karena bentuk bundar (minor)
S-P segitiga bukan lingkaran (simpulan)
3. M menjadi S dalam premis mayor dan minor
Aturan: premis minor harus berupa penegasan dan simpulannya bersifat partikular
Misalnya:
M-P mahasiswa itu orang dengan tugas belajar (mayor)
M-S ada mahasiswa orang bodoh (minor)
S-P jadi, sebagai orang bodoh itu orang dengan tugas belajar (simpulan)
Misalnya:
M-P semua mahasiswa butuh pendidikkan
M-S ada manusia yang berekonomi rendah
S-P jadi, sebagian mahasiswa butuh pendidikkan berekonomi rendah
4. M adalah P dalam premis mayor dan S dalam premis minor. Aturan: premis minor harus berupa
penegasan, sedangkan simpulan bersifat partikular.Misalnya:
P-M inflienza itu penyakit (mayor)
M-S semua penyakit mengganggu kesehatan (minor)
S-P jadi, sebagian yang mengganggu kesehatan itu influenza (kesimpulan)
Silogisme Kategoris majemuk
- Arti: bentuk silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap, lebih dari 3 premis jenis-jenisnya
- Epicherena: silogisme yang salah satu / keduanya premis disertai alasan
Semua arloji bermutu adalah arloji mahal, karena sukar perbuatannya.
Arloji mido adalah arloji baik, karena selalu tepet dan awet.
Jadi, arloji adalah arloji mahal
- Enthytema: silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara ekplisit.
Versi lengkap : yang rohani itu tidak akan dapat mati.
Jiwa manusia adalah rohani
maka, jiwa manusia tidak akan mati
- Sorites : silogisme yang premisnya lebih dari dua.
Misalnya :Orang yang mengendalikan keinginannya, menginginkan seribu satu barang
Orang yang menginginkan seribu satu barang, banyak sekali kebutuhannya, orang yang banyak sekali kebutuhan, tidak tentram hatinya.
sistematis banget 87 yaa
BalasHapusRapih dan mudah dibaca. Nilainya 90 ya��
BalasHapusmksihh jo dan cresentia ..
BalasHapus